Mahakarya Journal of Health Sciences
Published by PT Mahakarya Citra Utama Group
Risiko jatuh merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia yang berkontribusi terhadap peningkatan morbiditas, disabilitas, penurunan kualitas hidup, dan mortalitas. Lansia dengan arthritis dan penyakit kardiovaskular memiliki kerentanan yang lebih tinggi terhadap kejadian jatuh akibat penurunan fungsi fisik, termasuk gangguan keseimbangan, penurunan kecepatan berjalan, dan berkurangnya kekuatan otot ekstremitas bawah. Namun, komponen fungsi fisik yang paling berhubungan dengan risiko jatuh pada kelompok lansia tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan komponen Short Physical Performance Battery (SPPB) dan status mobilitas fisik dengan risiko jatuh pada lansia yang mengalami arthritis dan penyakit kardiovaskular di Kelurahan Plombokan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 176 lansia dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Fungsi fisik dinilai menggunakan Balance Test, 4-Meter Walking Test, dan Chair Stand Test, sedangkan risiko jatuh diukur menggunakan Morse Fall Scale. Analisis hubungan antarvariabel dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil: Sebagian besar responden mengalami gangguan mobilitas fisik kategori sedang (40,9%) dan berada pada kategori tidak berisiko jatuh (59,7%). Hasil analisis menunjukkan bahwa 4-Meter Walking Test memiliki hubungan yang signifikan dengan risiko jatuh (p = 0,016; r = 0,182), meskipun kekuatan korelasinya tergolong lemah. Sebaliknya, Balance Test, Chair Stand Test, dan status mobilitas fisik tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik dengan risiko jatuh (p > 0,05). Kecepatan berjalan merupakan komponen fungsi fisik yang berhubungan dengan risiko jatuh pada lansia dengan arthritis dan penyakit kardiovaskular. Temuan ini mengindikasikan bahwa 4-Meter Walking Test dapat dipertimbangkan sebagai instrumen skrining yang sederhana, praktis, dan mudah diaplikasikan dalam pelayanan kesehatan primer maupun komunitas untuk mengidentifikasi lansia yang berisiko jatuh, sehingga dapat menjadi dasar dalam penyusunan program pencegahan jatuh yang lebih terarah.
Agustiningrum, R., Winarti, A., Setianingsih, S., Suyami, S., & Khusnawati, I. (2023). Aktifitas fisik berhubungan dengan risiko jatuh pada lansia. Jurnal Keperawatan Jiwa, 11(3), 645–654. https://doi.org/10.26714/jkj.11.3.2023.645-654
Arna, Y. D., & I. I. H. (2022). Pemberian senam kaki pada lanjut usia dengan risiko perfusi perifer tidak efektif. Prosiding Nasional FORIKES 2022: Pembangunan Kesehatan Multidisiplin.
Badaruddin, B., & Betan, A. (2021). Fungsi gerak lansia dengan tingkat kemandirian lansia. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 10(2), 663–668. https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i2.663
Boutayeb, A., Boutayeb, S., & Boutayeb, W. (2013). Multi-morbidity of non communicable diseases and equity in WHO Eastern Mediterranean countries. International Journal for Equity in Health, 12(1), Artikel 60. https://doi.org/10.1186/1475-9276-12-60
Boyer, K. A., Hayes, K. L., Umberger, B. R., Adamczyk, P. G., Bean, J. F., Brach, J. S., Clark, B. C., Clark, D. J., Ferrucci, L., Finley, J., Franz, J. R., Golightly, Y. M., Hortobágyi, T., Hunter, S., Narici, M., Nicklas, B., Roberts, T., Sawicki, G., Simonsick, E., & Kent, J. A. (2023). Age-related changes in gait biomechanics and their impact on the metabolic cost of walking: Report from a National Institute on Aging workshop. Experimental Gerontology, 173, Artikel 112102. https://doi.org/10.1016/j.exger.2023.112102
Fahrurozi, R. I. A., Mulyana, R., Martini, R. D., & Triansyah, F. (2025). Kekuatan genggaman tangan sebagai marker klinis keterbatasan mobilitas. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 10(1). https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v10i1.56211
Kameniar, K., MacKintosh, S., Van Kessel, G., & Kumar, S. (2024). The psychometric properties of the Short Physical Performance Battery to assess physical performance in older adults: A systematic review. Journal of Geriatric Physical Therapy, 47(1), E1–E12. https://doi.org/10.1519/JPT.0000000000000337
Kawabata, K., Matsumoto, T., Kasai, T., Chang, S. H., Hirose, J., & Tanaka, S. (2021). Association between fall history and performance-based physical function and postural sway in patients with rheumatoid arthritis. Modern Rheumatology, 31(2), 373–379. https://doi.org/10.1080/14397595.2020.1731134
Okely, A. D., Kontsevaya, A., Ng, J., & Abdeta, C. (2021). 2020 WHO guidelines on physical activity and sedentary behavior. Sports Medicine and Health Science, 3(2), 115–118. https://doi.org/10.1016/j.smhs.2021.05.001
Pavasini, R., Guralnik, J., Brown, J. C., di Bari, M., Cesari, M., Landi, F., Vaes, B., Legrand, D., Verghese, J., Wang, C., Stenholm, S., Ferrucci, L., Lai, J. C., Bartes, A. A., Espaulella, J., Ferrer, M., Lim, J. Y., Ensrud, K. E., Cawthon, P., … Campo, G. (2016). Short Physical Performance Battery and all-cause mortality: Systematic review and meta-analysis. BMC Medicine, 14(1), Artikel 215. https://doi.org/10.1186/s12916-016-0763-7
Pramitasari, D., & Anggi, M. (2022). Mobilitas spasial lansia di ruang luar permukiman padat kota. Nature: National Academic Journal of Architecture, 9(1), 89–98. https://doi.org/10.24252/nature.v9i1a9
Prianthara, I. M. D., Novianti, I. S. W., Jaya, I. P. P., Anantari, N. P. D., & Fridayani, N. K. Y. (2023). Tandem walking exercise to improve cognitive function in the elderly. Jurnal Keolahragaan, 11(2), 171–179. https://doi.org/10.21831/jk.v11i2.58001

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Mahakarya Journal of Health Sciences (MJHS) agree to the following terms:
By submitting and publishing in Mahakarya Journal of Health Sciences (MJHS), authors confirm that they have the right to grant this license and that the work is original and does not infringe upon the rights of any third party.
| ISSN |

| MOU |