Aplikasi Pemberian Teknik Distraksi terhadap Skala Nyeri Anak selama Prosedur Medis

Authors

  • Metha Kemala Rahayu Author
  • Miswarti Author
  • Maidawilis Author
  • Yanti Nopita Author

Keywords:

Teknik distraksi, skala nyeri, anak, prosedur medis, storytelling

Abstract

Prosedur invasif seperti pengambilan darah vena dapat menimbulkan nyeri dan ketidaknyamanan pada anak. Teknik distraksi merupakan salah satu pendekatan nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu menurunkan respons nyeri selama prosedur medis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perubahan skala nyeri setelah pemberian distraksi menonton video kartun dan storytelling pada anak yang menjalani pengambilan sampel darah vena. Penelitian kuantitatif menggunakan desain quasi-experimental pre-test-post-test dengan dua kelompok perlakuan. Sebanyak 60 partisipan dipilih menggunakan purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok video kartun (n=30) dan storytelling (n=30). Nyeri diukur menggunakan Face, Legs, Activity, Cry, and Consolability (FLACC). Analisis dalam kelompok menggunakan paired t-test, sedangkan perbedaan rerata perubahan skor antarkelompok dianalisis menggunakan independent t-test. Rerata skor nyeri menurun dari 2,37 menjadi 1,40 pada kelompok video kartun dan dari 2,73 menjadi 1,23 pada kelompok storytelling. Penurunan skor pada masing-masing kelompok bermakna (p<0,001). Rerata penurunan skor adalah 0,97 pada kelompok video kartun dan 1,50 pada kelompok storytelling; namun perbedaan perubahan skor antarkelompok tidak mencapai kemaknaan statistik (p=0,084). Dengan demikian, kedua teknik distraksi dapat digunakan sebagai pilihan nonfarmakologis untuk membantu menurunkan nyeri selama pengambilan darah vena, sedangkan keunggulan storytelling dibandingkan video kartun belum dapat dinyatakan secara statistik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aini, A. P., & Zulaicha, E. (2016). Pengaruh terapi bermain walkie talkie terhadap tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah di RSUD Dr. Moewardi [Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta].

Asmadi, N. S. (2015). Konsep dasar keperawatan. EGC.

Ayuni, R. D., Siswati, S., & Rusmawati, D. (2013). Pengaruh storytelling terhadap perilaku empati anak. Jurnal Psikologi, 12(2), 121–130.

Baulch, I. (2010). Assessment and management of pain in the paediatric patient. Nursing Standard, 25(10), 35.

Brannon, L., Feist, J., & Updegraff, J. A. (2013). Health psychology: An introduction to behavior and health. Cengage Learning.

Ekawati, D. (2017). Pengaruh distraksi menonton animasi kartun terhadap tingkat stres hospitalisasi pada anak saat dilakukan injeksi bolus (Studi di Paviliun Seruni RSUD Jombang) [Doctoral dissertation, STIKES Insan Cendekia Medika Jombang].

Haris, H., & Asdar, F. (2019). Pengaruh distraksi visual terhadap tingkat nyeri pada anak usia pra sekolah saat pemasangan infus di BLUD RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle Kabupaten Takalar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 14(2), 192–196.

Kardiyudiani, N. K. (2019). Keperawatan medikal bedah 1.

Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak. (2018). Laporan kinerja Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak tahun 2018. https://www.kemenpppa.go.id/lib/uploads/list/3600b-lakip-kementrianpppa-2018.pdf

Khasanah, N. N., & Astuti, I. T. (2017). Teknik distraksi guided imagery sebagai alternatif manajemen nyeri pada anak saat pemasangan infus. Jurnal Kesehatan, 8(3), 326–330.

Kozier, B., Erb, G. L., & Marcus, W. (2015). I/M fund nrsng concpts.

Legi, J. R., Sulaeman, S., & Purwanti, N. H. (2019). Pengaruh storytelling dan guided-imagery terhadap tingkat perubahan kecemasan anak usia prasekolah yang dilakukan tindakan invasif. Journal of Telenursing (JOTING), 1(1), 145–156.

Lestari, D. A., & Khusnal, E. (2009). Pengaruh menonton film cartoon terhadap penurunan tingkat nyeri akibat prosedur pengambilan darah vena selama hospitalisasi pada anak usia prasekolah di UPA RSU PKU Muhammadiyah Bantul [Doctoral dissertation, Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta].

Maharani, N., & Susilaningsih, E. Z. (2018). Pengaruh terapi bermain story telling terhadap respon nyeri saat pemasangan infus pada anak di RSUD Pandan Arang Boyolali [Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta].

Marilyn-Eaton, H., Donna, W. L., Marilyn, W. L., David, W., & Patricia, S. (2019). Buku ajar keperawatan pediatrik. EGC.

Mertajaya, I. M. (2018). Analisis intervensi teknik distraksi menonton kartun edukasi terhadap skala nyeri pada anak usia toddler saat pengambilan darah intravena di ruang cempaka anak Rumah Sakit Pelni Jakarta. Jurnal JKFT, 3(2), 46–58.

Nursalam, R. S., & Utami, S. (2005). Asuhan keperawatan bayi dan anak (untuk perawat dan bidan). Salemba Medika.

Sarfika, R., Yanti, N., & Winda, R. (2016). Pengaruh teknik distraksi menonton kartun animasi terhadap skala nyeri anak usia prasekolah saat pemasangan infus di Instalasi Rawat Inap Anak RSUP DR. M. Djamil Padang. Jurnal Keperawatan Ners, 11(1).

Utami, S. W., & Khusnal, E. (2014). Pengaruh metode bercerita dengan gambar terhadap perkembangan bahasa anak usia 3-5 tahun di PAUD Sariharjo Ngaglik Sleman [Doctoral dissertation, STIKES 'Aisyiyah Yogyakarta].

Wulandari, I. S., Setyaningsih, E., & Afni, A. C. N. (2020). Storytelling dengan boneka jari untuk menurunkan tingkat nyeri pemasangan infus pada anak pra sekolah. Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah, 7(1), 75–85.

Zakiyah, A. (2015). Nyeri: Konsep dan penatalaksanaan dalam praktik keperawatan berbasis bukti. Salemba Medika.

Downloads

Published

06-07-2026

How to Cite

Aplikasi Pemberian Teknik Distraksi terhadap Skala Nyeri Anak selama Prosedur Medis. (2026). Mahakarya Journal of Health Sciences, 1(1), 50-56. https://journal.mahakarya.academy/index.php/mjhs/article/view/12